Kota Solok Perkuat Pertahanan dari Banjir, Proyek Laydam Batang Lembang dan Batang Gawan Segera Dimulai
SOLOK – Pemerintah pusat bersama
Pemerintah Kota Solok segera merealisasikan pembangunan laydam di kawasan
Batang Lembang dan Batang Gawan sebagai langkah strategis dalam mitigasi
bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Kota Solok.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana setelah Kota Solok menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor akibat hujan ekstrem beberapa waktu lalu. Tingginya debit air yang berasal dari hulu Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan menyebabkan sejumlah kelurahan di Kota Solok terendam banjir serta dipenuhi material yang terbawa arus.
Laydam dibangun sebagai bentuk mitigasi struktural untuk menahan tekanan tanah dan mengendalikan arus air sehingga dapat mencegah longsor, mengurangi risiko banjir, serta melindungi kawasan permukiman dan jalur transportasi. Selain itu, keberadaan laydam diharapkan mampu mengarahkan aliran air saat hujan ekstrem, mengurangi erosi di sepanjang bantaran sungai, dan menahan material bawaan air agar tidak memasuki kawasan permukiman warga.

Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Solok di tingkat pusat sehingga percepatan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan.
"Ini merupakan bentuk perjuangan Anggota DPR RI Zigo Rolanda dalam mempercepat pembangunan di Kota Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan. Harapan kita bersama, pembangunan ini dapat didukung dan diawasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu menggerakkan perekonomian daerah," ujar Fauzi Rusli. Selasa, (5/8/2026) di Solok
Fauzi juga berharap adanya tambahan alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk Kota Solok melalui perjuangan Anggota Komisi V DPR RI. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para pemilik lahan yang telah memberikan izin penggunaan tanah ulayat demi kelancaran pembangunan laydam.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, memastikan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan di kawasan Tanah Garam, Kota Solok, segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek dengan nilai sekitar Rp.170 miliar tersebut telah memasuki proses tender dan akan dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama dua tahun anggaran.
Zigo menjelaskan bahwa Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum telah menyepakati anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sekitar Rp.17 triliun yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2029. Percepatan proyek di Kota Solok merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.
Menurutnya, penanganan Batang Lembang dan Batang Gawan sebelumnya belum termasuk dalam prioritas tahap pertama. Awalnya pemerintah hanya menetapkan tiga lokasi prioritas, yakni Batang Kuranji, Batang Maransi di Kota Padang, serta satu titik di Kabupaten Agam. Namun, Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan Forkopimda memberikan jaminan bahwa proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sehingga proyek akhirnya dipindahkan ke tahap pertama.
"Sebelumnya proyek ini masuk tahap kedua. Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya dapat dimasukkan ke tahap pertama. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok," kata Zigo.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses pembangunan, terutama dalam penyelesaian persoalan lahan apabila masih terdapat kendala di lapangan. Menurutnya, kelancaran pembangunan sangat bergantung pada dukungan seluruh pihak agar pekerjaan yang telah dikontrak dapat berjalan sesuai jadwal.
Selain pembangunan pengendalian banjir, Kota Solok juga memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 224 unit pada tahun 2026. Zigo menjelaskan bahwa kuota BSPS untuk Sumatera Barat meningkat signifikan dari sekitar 826 unit menjadi 8.471 unit, sejalan dengan target pemerintah membangun tiga juta rumah dalam lima tahun.
"Kami terus mengawal agar masyarakat Kota Solok memperoleh manfaat dari program ini. Seluruh penerima akan melalui proses verifikasi yang ketat dan berbasis aplikasi agar penyalurannya transparan serta tepat sasaran," jelasnya.
Di sektor penyediaan air bersih, usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Solok senilai sekitar Rp.62 miliar telah dinyatakan lolos dalam sistem pengusulan pemerintah pusat. Apabila kondisi fiskal nasional memungkinkan, pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada tahun 2027, sementara penanganan darurat kebutuhan air bersih tetap berjalan.
Melalui pembangunan laydam, program BSPS, serta pengembangan SPAM, diharapkan Kota Solok semakin tangguh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, meningkatkan keselamatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (Persidangan dan Per-UU-an)




















