FRAKSI GOLKAR TEKANKAN PERUBAHAN APBD 2026 HARUS TERUKUR, TRANSPARAN DAN BERPIHAK PADA RAKYAT
DPRDKOTASOLOK - Fraksi Partai
Golkar DPRD Kota Solok meminta Pemerintah Kota Solok memastikan perubahan APBD
Tahun Anggaran 2026 disusun secara terukur, tepat sasaran, transparan, dan
benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Juru
Bicara Fraksi Partai Golkar, Dr. Rio Putra, MM, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota
Solok dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Nota Penjelasan
Wali Kota Solok mengenai Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin malam
(7/9/2026).
Rio mengatakan, perubahan APBD
merupakan bagian penting dalam menyesuaikan anggaran dengan perkembangan
kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap perubahan anggaran
harus memiliki dasar yang jelas serta diarahkan pada program yang memberikan
manfaat nyata.
Berdasarkan Nota Keuangan yang
disampaikan Pemerintah Kota Solok, pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2026
diproyeksikan sebesar Rp590.614.138.150. Sementara itu, Belanja Daerah
direncanakan sebesar Rp622.822.463.040,06, sehingga terdapat defisit sebesar
Rp32.208.324.890,06. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto
yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Fraksi Golkar menegaskan, proses
penyusunan perubahan APBD harus tetap mengacu pada hasil pembahasan Pemerintah
Daerah bersama DPRD terhadap rancangan perubahan KUA dan rancangan perubahan
PPAS yang telah dituangkan dalam nota kesepakatan.
DPRD, kata Rio, memiliki peran
penting sebagai mitra pemerintah sekaligus menjalankan fungsi pengawasan agar
perubahan anggaran tetap sejalan dengan prioritas pembangunan, aspirasi
masyarakat, serta prinsip efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.
Salah satu perhatian Fraksi
Golkar adalah dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di Kota Solok.
Berkurangnya curah hujan dan ketersediaan air dinilai berpotensi mengganggu
irigasi, menurunkan produktivitas sawah, meningkatkan risiko gagal panen hingga
berdampak pada pendapatan petani.
Karena itu, Fraksi Golkar meminta
Pemko Solok melakukan langkah antisipatif dengan memastikan ketersediaan air
irigasi, memperbaiki jaringan irigasi yang rusak, serta memetakan wilayah yang
rawan mengalami kekeringan. Pemerintah juga diminta memberikan pendampingan dan
bantuan kepada petani yang terdampak. Pemerintah harus hadir sebelum kekeringan
menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi petani,” kata Rio.
Menurutnya, perlindungan terhadap
petani bukan hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga bagian dari
upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kota Solok.
Fraksi Golkar turut menyoroti
kondisi cuaca berkabut di Kota Solok yang menyebabkan jarak pandang terbatas
dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada masyarakat yang
memiliki risiko terhadap masalah pernapasan.
Fraksi meminta Dinas Kesehatan
melakukan pemantauan terhadap kondisi udara dan keluhan kesehatan masyarakat.
Selain itu, pemerintah diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai
langkah-langkah pencegahan, khususnya bagi anak-anak dan lanjut usia.
Koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD serta fasilitas
pelayanan kesehatan juga dinilai perlu diperkuat. Pemerintah harus bertindak
cepat, karena kesehatan dan keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama,”
tegasnya.
Selain persoalan pertanian dan
kesehatan, Fraksi Golkar meminta Pemko Solok lebih cermat dalam merencanakan
pembangunan. Pemerintah diminta mengutamakan program yang benar-benar
dibutuhkan masyarakat dan mengoptimalkan bangunan maupun infrastruktur yang sudah
tersedia.
Fraksi Golkar mengingatkan agar
APBD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik baru, tetapi juga
memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan secara efektif dan
memberikan manfaat bagi masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah
berapa banyak bangunan yang berhasil didirikan, tetapi seberapa besar bangunan
dan infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,” ujar Rio.
Fraksi Golkar berharap pembahasan
Ranperda Perubahan APBD 2026 dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif,
sehingga setiap rupiah anggaran daerah benar-benar diarahkan untuk menjawab
kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan Kota Solok. (Bagian
Persidangan dan Per-UU-an)




















