Ketua DPRD Kota Solok Lepas 196 Mahasiswa UMMY Solok untuk Laksanakan KKN Tahun 2026

DPRDKOTASOLOK - Sebanyak 196 mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Pelepasan dilakukan Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, SE, MM, di Kampus I UMMY Kota Solok, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Mandiri melalui Transformasi Digital Berbasis Potensi Lokal”, KKN tahun ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pelepasan tersebut turut dihadiri Badan Pengurus Yayasan UMMY H. Suryadi Asmi, SE, MM, Rektor UMMY Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP, jajaran civitas akademika serta seluruh peserta KKN.

Sebanyak 196 mahasiswa tersebut terbagi dalam 14 kelompok dan akan ditempatkan di tiga daerah, yakni lima kelompok di Kabupaten Solok, tiga kelompok di Kota Sawahlunto dan enam kelompok di Kabupaten Sijunjung.

Dalam arahannya, Fauzi Rusli mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar, mengabdi dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.


“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan jadikan potensi lokal sebagai kekuatan dalam melahirkan program yang bermanfaat,” ujarnya.

Fauzi Rusli juga mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman dan persaingan global yang semakin kompetitif. keberhasilan seseorang ke depan tidak semata-mata ditentukan oleh gelar atau perguruan tinggi tempat menempuh Pendidikan yang lebih penting adalah kompetensi, karakter dan kemampuan beradaptasi. Setidaknya ada empat hal yang harus dipersiapkan mahasiswa, yaitu skill, mindset, attitude, serta ide dan gagasan,” katanya.

Menurutnya Pada aspek skill, mahasiswa diminta memperkuat hard skill sesuai bidang keilmuan sekaligus mengembangkan soft skill, terutama kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing.

Selanjutnya, mindset menjadi modal penting agar mahasiswa mampu berpikir terbuka, melihat perubahan sebagai peluang dan terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara attitude, menurut Fauzi, merupakan bagian yang tidak kalah penting. Ilmu dan keterampilan harus berjalan seiring dengan etika, sopan santun dan kemampuan menempatkan diri di tengah Masyarakat, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sikap dan etika harus menjadi kompas dalam kita berinteraksi dengan masyarakat,” tuturnya.

Hal keempat adalah ide dan gagasan. Fauzi mendorong mahasiswa untuk berani berpikir kreatif, inovatif dan menghasilkan gagasan yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan di tengah masyarakat. Mahasiswa adalah generasi pembaharu. Karena itu, jangan takut memiliki ide dan gagasan. Jadikan kreativitas dan inovasi sebagai kekuatan untuk ikut membawa perubahan dan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Menutup arahannya, Fauzi berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik UMMY, menghormati adat dan budaya setempat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah daerah selama menjalankan KKN.

Ia berharap kehadiran mahasiswa UMMY di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat yang nyata, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter, kepemimpinan dan kepedulian sosial mahasiswa.

“Semoga KKN ini bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik, tetapi menjadi pengalaman pengabdian yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi masa depan,” pungkasnya. (Bagian Persidangan dan Per-UU-an)