DPRD Kota Solok Berkunjung Ke Kota Semarang Dan Kabupaten Demak


Arief-PRAHA      2017-01-27 09:30:01      528 Kali Dilihat     




(*Penyerahan kenang-kenangan berupa plakat berciri khas Kota Solok)

Anggota DPRD Kota Solok yang tergabung kedalam rombongan tim II  melakukan kunjungan kerja terpadu  ke DPRD Kota Semarang dan DPRD Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dari tanggal 1 s/d 5 maret 2016.Kunjungan kerja terpadu anggota DPRD Kota Solok tahun 2016 dipimpin oleh Martin Jofari,S.Sos sebagai ketua Tim II yang beranggotakan Herdiyulis,SH,MH,Angry Nursya,Irman Yefri Adang,SH,MH,Afdal Yandi,SP,Bayu Kharisma,Zulkarnain,Ramadhani Kirana Putra,SE,MM dan Nasril In DT Malintang Sutan dan Sekretaris bukan anggota DPRD Kota Solok,Natsiruddin,SH. selain itu rombongan Tim II juga membawa tiga SKPD diantaranya Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Solok,Eva Nasri,Kepala Dinas Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Kota Solok,Jefrizal,Spt,MT dan Kepala Bagian Hukum Pemko Solok,Zulfahmi,SH serta tiga orang dari media cetak lokal Sumatera Barat yaitu Devy Syamputra dari media mingguan Zaman,Eri Satri dari media cetak Harian Haluan dan Wahyu Haryadi dari media cetak mingguan Post Rakyat.untuk memfasilitasi kegiatan kunjungan kerja terpadu Tim II dibantu oleh pendamping yang berasal dari sekretariat DPRD Kota Solok di antaranya,Asfiyeni,SH,Rita Herawati dan Rusman,SH.

Hari pertama kunjungan kerja,Tim II DPRD Kota Solok mengunjungi DPRD Kota Semarang dan disambut oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang diruangan sidang Paripurna. Wakil Ketua DPRD Kota Semarang,Wiwin Subiyono dalam sambutannya menjelaskan, Walaupun sumbangan produksi pertanian Kota Semarang terhadap total  produksi padi di Jawa Tengah sangat kecil, tetapi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Kota Semarang memang bukan daerah utama pertanian di Provinsi Jawa Tengah, sehingga sumbangan terhadap total produksinya pun sangat kecil, kurang dari satu persen terhadap total produksi pertanian di Jawa Tengah. Meskipun demikian  produksi pertanian Kota Semarang, utamanya tanaman padi dan palawija, pada kurun tiga tahun terakhir ini senantiasa menunjukkan peningkatan.  Sebagai contoh produksi padi tercatat pada tahun 2015 mencapai 27,5 ton, yang setahun sebelumnya hanya sekitar 23,58 ton. Kemudian produksi  ubi kayu yang mencapai 18 ton dari tahun sebelumnya yang tercatat hanya 12,67 ton.Wakil Ketua DPRD Kota Semarang menambahkan,setiap kelompok tani yang ada di Kota Semarang saat ini akan berbadan hukum seluruhnya,artinya setiap dana hibah yang akan di terima oleh kelompok tani salah satu persyaratannya yaitu memiliki badan hukum yang di akui oleh Kemenkum HAM.

Berkaitan dengan masalah perhubungan dan komunikasi dikota Semarang,Wakil Ketua DPRD Kota Semarang,Wiwin Subiyono menjelaskan, Seiring penggunaan alat komunikasi yang masif, kemunculan menara telekomunikasi atau tower semakin tak terkendali dibutuhkan aturan yang memperketat izin pendirian tower di kota Semarang. Saat ini DPRD tengah menyusun peraturan daerah tentang itu. ”Terlalu banyak tower tentu mengganggu keindahan dan tata ruang kota, sehingga perlu ada satu tower bersama yang dapat digunakan sebagai pusat tower telekomunikasi.

Untuk mengatur tower-tower tersebut menjadi tower bersama diperlukan suatu  peraturan daerah yang mengatur tentang tower bersama telekomunikasi,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Kota Semarang. Base Transciever Station (BTS) merupakan tower pemancar radio telekomunikasi yang secara kolektif membentuk jaringan sel telekomunikasi, sehingga terbentuk jaringan telekomunikasi tanpa kabel. Jaringan kolektif inilah yang sering disebut seluler karena terdiri atas sel area yang membentuk area cakupan untuk komunikasi tanpa kabel antar pengguna. ”Karena berdiri secara kolektif, pada perkembangannya mengakibatkan pembangunan tower untuk penempatan antena telekomunikasi (BTS Tower) semakin lama semakin tidak terkendali dan bermunculan di mana - mana. Bahkan di tiap kota besar di seluruh Indonesia, termasuk Kota Semarang. Menyinggung masalah tata cara pemberian izin bagi menara telekomunikasi,Pemerintah Kota semarang memberlakukan persyaratan bagi setiap menara yang akan didirikan harus mendapat persetujuan dari masyarakat sekitarnya.ungkapnya.

Pada hari kedua anggota Tim II DPRD Kota Solok diterima oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Demak H. Rozikhan Anwar, SH,  beserta anggota DPRD Kabupaten Demak,turut hadir dalam penyambutan tim II yaitu,Kepala Dinas Perhubungan dan informatika Kabupaten Demak, Drs.M.Agus Nugroho Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak dan bagian hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Demak beserta staf dan karyawan DPRD Kabupaten Demak.

Anggota DPRD Kabupaten Demak dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Demak sangat menyambut baik kedatangan rombongan tersebut.karena pada kesempatan tersebut kedua belah pihak dapat saling bersinergis dengan Pemerintah Demak, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan bagi kemajuan dan perkembangan di Kota Solok dan Kabupaten Demak.

Lebih lanjut Anggota DPRD Demak menyampaikan sejumlah gambaran Kabupaten Demak yang secara administrasi luas kabupaten demak adalah 89,743 Ha terdiri atas 14 kecamatan,243 desa dan 6 kelurahan,sebagai daerah agraris yang kebanyakan penduduknya hidup dari pertanian,sebagian besar wilayah kabupaten demak terdiri atas lahan sawah yang mencapai luas 50.760 Ha dan selebihnya adalah lahan kering.menurut penggunaannya sebagian besar lahan sawah yang digunakan berpengairan teknis 39,23 % dan sawah tadah hujan 33,55 % dan setengah teknis dan sederhana 21,49 %,sedangkan untuk lahan kering 34,13 % digunakan untuk tegal atau kebun 29,87 % digunakan untuk bangunan dan halaman serta 18,61 % digunakan untuk tambak.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak,Ir.H.Wibowo menjelaskan,Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Demak, luas lahan tanam di Kabupaten Demak sebesar 50 ribu Ha dengan pola tanamnya padi,palawija sehingga intensitas tanamnya (IP) sebesar 300. Sehingga Demak mampu memproduksi padi lebih kurang 920 ribu ton per tahun. kerja keras petani Demak cukup membuahkan hasil antara lain mulai 2011 sampai saat ini berturut-turut mengalami kenaikan produksi padi. Selain itu, nilai tukar petani (NTP) Demak sebesar 99,75% dan juga sektor pertanian menjadi sektor prioritas karena memberikan kontribusi terhadap PDRB Demak sebesar 41,6%. Pada tahun 2016 kabupaten demak mendapatkan bantuan dari pusat untuk pembangunan 7 buah embung di kabupaten demak agar di musim hujan air dapat dimanfaatkan petani untuk kebutuhan sawahnya. Sistim pertanian di kabupaten demak sudah menggunakan teknologi dan bukan lagi secara manual,diantaranya untuk memanen padi dan bercocok tanam para petani sudah menggunakan mesin tanam dan mesin pemotong padi. Pada tahun 2016 Dinas Pertanian Kabupaten Demak akan mendampingi kelompok tani yang ada di Kabupaten Demak agar memiliki Badan Hukum,salah satu persyaratan agar mudah mendapatkan bantuan pertanian kelompok tani harus terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM,selain itu setiap kelompok tani harus memberikan laporan tahunannya ke Dinas Pertanian.

Sebagai penutup acara kunjungan kerja terpadu DPRD Kota Solok saling bertukar cindera mata dengan DPRD Kota Semarang dan DPRD kabupaten Demak.disela – sela serah terima plakat dari Kota Solok ketua Tim II Martin Jofari,S.Sos menyampaikan salah satu ciri khas dari Kota Solok yaitu beras,maka sebagai ciri khas dari Kota Solok beras di masukkan kedalam plakat yang berlambangkan Kota Solok tersebut.(Humas DPRD)


Baca Juga